Liga Sepakbola Indonesia Dan Sistem Divisinya

Liga Sepakbola Indonesia Dan Sistem Divisinya

Sistem dari sebuah liga pada olahraga apapun di suatu negara, pastilah mempunyai tatanan dan cara yang sedikit berbeda di setiap negaranya. Hal ini bisa dikatakan sangatlah wajar, karena liga dibentuk didasari segala macam aspek.

Dari mulai berapa tim yang sudah terbentuk, tempat yang bisa digunakan untuk pertandingan dan jarak yang sudah diperhitungkan dengan matang. Agar nantinya para pemain tidak kelelahan sebelum bertanding.

Nah sobat bola mari kita bahas tentang liga sepak bola di di tanah air kita ini. Pada dasarnya liga adalah kompetisi yang mempertandingkan antar tim sepak bola, liga Indonesia sekarang adalah hasil gabungan dari beberapa kompetisi berbeda di Indonesia.

Sistem liga yang terbentuk di indonesia hingga sekarang ini, berawal dari serangkaian kompetisi liga berbeda, yang diracik sejak tahun 1994. Dengan tujuan peningkatan level profesional, dan susunan divisi berbeda namun menjadi 1 kompetisi untuk sepakbola Indonesia itu sendiri.

Dua Kompetisi teratas yang dimaksud adalah, Perserikatan tingkat amatir dan Galatama tingkat semi profesional. Jalannya pertandingan liga Indonesia, dikelola oleh federasi sepak bola nasional Indonesia atau biasa kita sebut sebagai PSSI.

Sampai saat ini sudah ada 5 tingkat berbeda, dalam kompetisi sistem piramida liga di Indonesia. Posisi 2 tingkat teratas piramida liga adalah kompetisi semi-profesional dan kompetensi profesional, dibawah itu selebih nya semua amatir.
Liga Sepak Bola Zaman Kolonial Belanda
Zaman kolonial tahun 1914-1930 liga di Indonesia sudah memiliki liga sepakbola amatir yang diadakan oleh NIVB (Nederlandsch Indische Voetbal Obligasi) yaitu Piala DEI Championship.

Sebelum memasuki tahun 1931, Indonesia sendiri punya sistem liga sepakbola nasional. Pertandingan sepak bola amatir yang dikenal dengan nama perserikatan, liga ini juga memiliki beberapa kompetisi tingkat berbeda.

Pada tahun 1931 tersebut liga ini didirikan bertujuan untuk menggantikan DEI Championship, namun kenyataannya kompetisi perserikatan tetap berjalan. Berjalan bersamaan dengan kompetisi DEI Championship dari tahun 1932-1950, sampai PSSI menyatukan dan mengubah tatanan sistem liga di Indonesia.

Liga Indonesia Berdiri

Berjalan beberapa dekade lamanya, PSSI berinisiatif menyatukan kedua kompetisi berbeda tersebut. Penggabungan kedalam sistem kompetisi profesional sistem baru divisi, hal itu terjadi pada tahun 1994.

Penggabungan 2 kompetisi oleh PSSI tersebut dikenal juga dengan nama liga Indonesia, dimana semua tim teratas dari kedua kompetisi tersebut digabung dalam 1 liga divisi tingkat utama.

Sistem liga baru ini berada di level atas nasional, dilain sisi liga Galatama tidak memiliki tatanan liga divisi 2. Maka dari itu untuk liga Galatama di ambil posisi atau ranking atas akan masuk ke divisi utama, dan berada di rangking bawah klasemen akan dimasukkan ke divisi 2.

Terbentuknya Liga Indonesia Baru

Berjalan lebih dari 1 dekade PSSI kembali membuat kompetisi, liga yang lebih tinggi yang bernama Indonesia Super League (ISL) pada tahun 2008. Tingkat liga ini lebih tinggi lagi dari yang sudah ada, agar lebih adil dan profesional semua tim berada divisi sekarang akan diturunkan 1 tingkat.

Sistem liga baru ini sengaja diciptakan untuk menaikkan level sepak bola Indonesia, dengan sistem persaingan yang lebih ketat dan profesional. Agar semua tim berkesempatan merebut tahta yang lebih tinggi lagi dan memberi kesempatan bibit muda untuk lebih bisa berkembang sesuai level kompetisi yang ada.

PSSI kembali mengganti nama ISL pada tahun 2011, dengan nama IPL (Indonesian Premier League). Tepat pada tanggal 17 Maret 2013 usai kongres luar biasa oleh PSSI, kedua liga tersebut berjalan di bawah pengawasan PSSI. Sampai pada tahun 2014 liga-liga tersebut kembali digabungkan.

Kompetisi Indonesia sempat bergejolak dan tidak diakui aktivitasnya oleh negara, bahkan mendapat surat pembekuan oleh Kemenpora dari April 2015 hingga dicabut kembali pada Mei 2016. Pada tahun 2017 tersebut kompetisi sepak bola profesional ISL lagi-lagi berganti nama menjadi Liga 1 di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi yang menjabat ketua PSSI yang baru.