Perjalanan Karir “baby face assasin” Ole Gunnar Solskjaer

Perjalanan Karir “baby face assasin” Ole Gunnar Solskjaer

 

Profil Karir Dan Biodata
Pada 12 Desember 2018 Manchester United melayangkan pemecatan pada pelatihnya Jose Mourinho. Dan telah mendapatkan pelatih baru yang juga mantan pemain klub mereka sendiri, yaitu Ole Gunnar Solskjaer.

Pemain dengan julukan Solskjaer “baby face assassin” berkebangsaan Norwegia ini, bernama lengkap Ole Gunnar Solskjaer dan lahir pada 26 Februari 1973. Pada tahun 2008, dirinya dianugerahi “the First Class Knighthood of the Royal Norwegian Order of St. Olav” oleh Raja Harald V dari negara Norwegia.

Solskjaer anugerahi penghargaan dalam sebuah upacara kerajaan tepat pada tanggal 25 Oktober 2008 dan di gelar di kota asalnya, Kristiansund. Bagi Ole Gunnar Solskjaer ia juga pemegang rekor, sekaligus penerima ksatria termuda yang pernah ada untuk Norwegia.

Pada tahun berikutnya 2009 pemerintahan Norwegia kembali menganugerahkan Ole Gunnar Solskjaer. Penghargaan Peer Gynt diberikan untuknya, karena prestasi pekerjaannya sebagai duta besar olahraga di negara tersebut.

Perjalanan Karir “baby face assasin” Ole Gunnar Solskjaer

Sebagian Besar Karir Bersama Manchester United

Solskjaer adalah mantan pemain Manchester United dari tahun 1996-2007, Dan dia bermain pada posisi penyerang dan memiliki julukan lain “super sub” selain “baby face assassin”. Julukan itu ia dapatkan karena seringkali menjadi pemain pengganti yang tajam dan mencetak gol penentu kemenangan untuk MU.

Selama 11 tahun merumput bersama “The Red Devils”, dia dan timnya sempat merasakan masa-masa kejayaan di bawah pelatih Sir Alex Ferguson. Dirinya juga sempat bermain bersama David Beckham dan Paul Scholes, yang juga pemain legendaris MU.

Solskjaer masuk ke akademi sepakbola pada usia belia 16 tahun, Clausenengen FK pada tahun 1989. Dan tidak perlu waktu lama untuknya di tahun 1990 tahun berikutnya dia sudah berhasil masuk ke dalam skuad utama senior.

Sampai pada tahun 1995 Solskjaer memutuskan pindah klub dan memperkuat klub Molde FK, dan dirinya berhasil membawa klubnya mencapai runner-up di liga Norwegia musim 1995-1996. Permainan cemerlang untuk klubnya Molde FK, membuat tim-tim besar Eropa ingin merekrutnya.

Namun pada akhirnya pilihan klub Molde FK melepasnya ke Manchester United, Solskjaer diboyong ke Old Trafford dengan harga 1,5 juta euro pada tahun 1996. Karirnya berkembang sangat pesat di Liga Inggris, ketika memperkuat The Red Devils dirinya berhasil merasakan berbagai trofi kejuaraan seperti 6 kali trofi Premier League, 2 kali FA Cup, 1 kali Liga Champions , dan 1 kali Intercontinental Cup.

Selain pemain di klub Manchester United tersebut, Solskjaer juga masuk kedalam skuad inti tim nasional Norwegia. Memperkuat timnasnya dia tampil pada 67 pertandingan dengan torehan 23 gol selama karirnya menjadi pemain.

Momen bersejarah juga berhasil dibukukan oleh Solskjaer dalam karir sepakbola profesionalnya, dimana dia berhasil mencetak 4 gol pada saat MU menang telak 8-1 atas Nottingham Forest. Padahal Solskjaer hanya bermain 12 menit ketika diturunkan bermain, tepat pada Premier League musim 1998-1999.

Kemudian momen bersejarah lainnya yang berhasil ia torehkan adalah, ketika dirinya juga menjadi penentu kemenangan Manchester United saat mengalahkan Bayern Munich di pertandingan final Liga Champions pada tahun 1999.

Terus memperkuat Manchester United dan menghabiskan sebagian besar karir sepakbolanya di sana, sampai pada akhirnya dia memutuskan gantung sepatu pada tanggal 27 Agustus 2007 karena dirinya mengalami cedera yang berkepanjangan.

Perjalanan Karir “baby face assasin” Ole Gunnar Solskjaer

Karir Menjadi Pelatih

Di Tahun 2008 berikutnya Solskjaer memulai karir kepelatihan di akademi Manchester United. Setelah mengikuti akademi kepelatihan selama 2 tahun dirinya berhasil mengantongi izin melatih pada tahun 2010, dia mendapat job untuk melatih mantan klubnya terdahulu Molde FK Liga 1 Norwegia. Kursi kepelatihan Molde FK tersebut tempati selama 3 tahun dan berhasil membawa klub tersebut meraih trofi Norwegia Cup 2 kali dari 3 musim dibawah asuhannya.

Pada tahun 2014 Solskjaer mencoba ajang liga inggris, dengan melatih tim sepakbola Cardiff. Solskjaer mengundurkan diri karena ia gagal membawa Cardiff keluar dari zona degradasi Premier League. Sempat menangani U-19 Clausenengen FK, Solskjaer kembali dipercaya menjadi pelatih Molde FK.

Namun kali ini hanya mampu membawa Molde FK mencapai posisi runner-up saja Liga 1 Norwegia tahun 2017. Dan akhir tahun 2018 publik kembali dikejutkan oleh dirinya, karena Solskjaer dipercaya menjadi pelatih Manchester United.

Pada tahun tersebut diangkatnya Solskjaer menjadi pelatih sebenarnya, hanya sebagai “caretaker” atau pelatih sementara bagi Manchester United. Dia dipinjam dari Molde FK dengan persetujuan kompensasi sebesar 500.000 poundsterling dari klub MU.

Manchester United seperti mengikuti trend menggunakan pelatih muda, dan mencoba peruntungan setelah silih berganti pelatih pasca kejayaan Sir Alex Ferguson. Solskjaer akan kembali ke Molde FK pada Mei tahun 2019, Karena kontraknya kepada Molde FK baru akan berakhir tahun 2021.

Akan tetapi tidak tertutup kemungkinan, jika hasil kerjanya memuaskan MU akan terus menempatkan dirinya sebagai pelatih dan menjadikannya pelatih permanen di Manchester United seperti Sir Alex Ferguson.